agen asuransi yang sukses


Informasi tentang agen asuransi yang sukses di website info terbaru news dan tips trik. Silahkan klik link di bawah untuk hasil pencarian agen asuransi yang sukses.

Dana Pensiun Harus Disiapkan Sejak Awal

Posted in Wanita Karir on Aug 13, 2010 with Comments Off

Bagi anda wanita karir, tentu saja informasi “Dana Pensiun Harus Disiapkan Sejak Awal” akan sangat penting. Info Dana Pensiun Harus Disiapkan Sejak Awal ini akan membantu anda untuk lebih maju lagi dalam berkarir. Saya doakan semoga karir anda semakin maju.

Boleh jadi usia Anda saat ini masih dalam kategori produktif. Anda pun masih sanggup membiayai kebutuhan keluarga dan bisa memanjakan diri sendiri. Namun bagaimana jika usia sudah beranjak menua, 20 atau 30 tahun ke depan, saat secara fisik Anda tak lagi produktif? Apakah tabungan di rekening bank mampu mengejar nilai barang yang pastinya akan terus naik setiap tahunnya?

Hitung kembali saldo Anda. Jika dikalkulasikan dengan pertumbuhan inflasi 10 per tahunnya, dan bunga tabungan yang hanya 5 persen per tahun, Anda akan menemui sejauh mana tabungan konvensional di bank mempunyai daya beli kuat mengimbangi inflasi ke depannya.

Syafriady Hutagalung, manajer senior agen Prudential, mengatakan kepada Kompas Female masih ada anggapan rancu tentang masa pensiun dan dana pensiun.

“Istilah pensiun berlaku terhadap seseorang yang sudah produktif pada usia tertentu, 50 – 60 tahun. Namun tak sedikit orang pada usia ini masih bekerja dan mencari nafkah dikarenakan mereka tidak menyiapkan dana pensiun sejak masih produktif,” jelas pria yang kerap dipanggil Adhie ini.

Menurut Adhie, masa produktivitas bisa saja berkurang, namun biaya hidup terus meningkat. Anda juga boleh pensiun, tetapi biaya hidup tidak akan pernah pensiun. Pertanyaan penting yang harus segera dijawab adalah bagaimana persiapan Anda sebelum pensiun?

Ada beberapa pilihan untuk mempersiapkan dana pensiun Anda. Berbisnis, menabung konvensional di bank, atau investasi. Masing-masing memiliki nilai lebih, di antaranya seperti dijelaskan oleh Adhie:

1. Berbisnis atau membuka usaha sampingan
Membuka usaha sampingan bisa sangat menguntungkan, karena biasanya dengan membuka usaha, bisa didapat hasil yang besar dalam tempo yang lebih cepat. Tetapi Anda harus siap dengan segala konsekuensi bisnis.

Setidaknya pebisnis harus siap dengan sejumlah hal seperti:
* Pertumbuhan permintaan dan penawaran (supply-demand).
* Produksi.
* Sikap mental seperti kesabaran, ketekunan, dan komitmen yang akan sangat menentukan kesuksesan bisnis.

Jika berbisnis menjadi pilihan, memang pertumbuhan uang akan sangat progresif. Apalagi jika Anda memilih usaha yang tak memerlukan modal besar seperti jasa konsultan. Berapa nilai dana yang akan terkumpul dari cara ini akan bergantung penuh pada usaha Anda menjalankan bisnis.
Jumlahnya bisa sangat besar, yang artinya simpanan dana pensiun Anda di masa mendatang pun bernilai tinggi sejalan dengan aset dan produktivitas bisnis yang terus berkembang.

2. Menabung secara rutin
Setiap orang pastinya memiliki rekening tabungan konvensional di bank pilihan. Bagi karyawan, uang gaji disisihkan sekian persen untuk ditabung. Cara ini sah saja jika lebih memungkinkan untuk Anda. Namun harus siap dengan resikonya, yakni:
* Daya beli menurun di masa mendatang, artinya nilai dana yang Anda simpan di bank akan tak sebanding nilai kebutuhan di masa mendatang.

* Pajak. Jika Anda menabung seratus juta di bank, pemerintah akan memotong pajak sebesar 20%. Artinya, nilai dana tabungan akan menurun.

* Inflasi dengan pertumbuhan rata-rata 10 persen per tahun. Artinya, 20 tahun mendatang nilai dana Anda tidak mampu mengimbangi tingginya harga kebutuhan dasar. Karena bunga hanya berada dalam kisaran 5 persen, tingginya inflasi masih belum menutupi kebutuhan.

* Sikap tidak disiplin. Banyak keluarga menetapkan berbagai pos pengeluaran terlebih dahulu, baru kemudian sisanya ditabung. Cara ini membuat tabungan tidak optimal dan cenderung akan dikorbankan apabila ada pengeluaran tambahan di luar yang rutin.

3. Investasi
Instrumen investasi bisa beragam. Pilih yang paling tepat untuk Anda, apakah saham, obligasi, reksadana, asuransi, atau lainnya yang bersifat investasi jangka panjang (long term investment).

Bicara asuransi, menurut Adhie, produk tabungan berjangka atau rencana dewasa ini disertai fitur asuransi. Dengan demikian, target dana atau rencana yang diinginkan dapat tetap tercapai meskipun terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Besaran nilai investasi pada tahap ini kembali
kepada tujuan Anda, seberapa besar nilai dana pensiun yang ingin Anda kumpulkan dalam jangka waktu tertentu.

“Pada intinya, pilih instrumen investasi yang bisa menumbuhkan dana di atas bunga deposito dengan merujuk kepada nilai masa depan atau future value,” tukas Adhie.

Dengan perencanaan tepat, di saat waktu pensiun tiba (bisa jadi pensiun dini), simpanan Anda sudah mampu membiayai hidup Anda sepenuhnya di masa mendatang. Jadi, siap memulainya sekarang?

Komentar anda pada Dana Pensiun Harus Disiapkan Sejak Awal sangat ditunggu.

Pencarian Info Terbaru 2011:

Menyiapkan dana pensiun, alasan mengapa perlu menyiapkan dana pensiun, mempersiapkan dana pensiun, menyiapkan dana pensiun dengan asuransi atau tabungan, Merencanakan dana pensiun dibank

Dream Job: Agen Asuransi

Posted in Wanita Karir on Aug 10, 2010 with Comments Off

Bagi anda wanita karir, tentu saja informasi “Dream Job: Agen Asuransi” akan sangat penting. Info Dream Job: Agen Asuransi ini akan membantu anda untuk lebih maju lagi dalam berkarir. Saya doakan semoga karir anda semakin maju.

Agen asuransi telah menjadi salah satu pilihan profesi saat ini. Bagaimana tidak? Ada berbagai keuntungan yang didapatkan dengan bekerja menjual produk-produk asuransi.

Menurut Ginawati Djunaedi, Chief Agency Officer Allianz Life Indonesia, tidak ada syarat khusus untuk menjadi seorang agen asuransi. Setiap orang, apa pun latar belakangnya, bisa melamar bekerja sebagai agen. Yang penting adalah kepribadian kita, dan kemauan keras untuk bisa mencapai kesuksesan.

Anda juga tidak perlu menunggu hingga perusahaan membuka lowongan. Sekarang pun Anda bisa melamar. Perusahaan akan menyambut baik lamaran Anda dan menindaklanjutinya. Setelah itu, tentu saja akan dilaksanakan pelatihan. Anda akan diberi materi-materi yang menyangkut sejarah perusahaan, produk-produk asuransi, kiat-kiat menjaring nasabah, serta menjelaskan manfaat, dan masih banyak lagi.

Waktu pelatihan berbeda-beda, tergantung perusahaannya. Ada yang mengadakannya dalam hitungan hari, ada pula yang dalam hitungan minggu. Sesudah resmi menjadi agen, perusahaan akan mengadakan pelatihan lain lagi di waktu yang berbeda untuk terus mengasah kemampuan agen.

Dalam anggapan Fonny Torar, agen asuransi Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912, akan lebih baik bila seorang agen asuransi sudah pernah atau terlebih dulu merasakan manfaat asuransi. Dengan demikian, ia bisa tampil lebih meyakinkan saat harus mempresentasikan berbagai jenis produk asuransi. Kalau memiliki agen asuransi langganan, Anda bisa menghubunginya untuk sekadar berkonsultasi tentang kemungkinan ini.

Tak perlu modal besar
Berbeda dari jenis usaha lainnya, menjual produk asuransi tidak mengeluarkan banyak biaya. Anda tidak perlu memiliki sejumlah modal tertentu untuk memulainya. Semua produk sudah disiapkan perusahaan. Yang perlu Anda lakukan hanya memasarkannya pada calon nasabah.

Paling-paling Anda hanya perlu biaya transportasi dan komunikasi, dan sesekali biaya menjamu, untuk bisa menjangkau nasabah. Kalau memiliki beberapa nasabah yang saling mengenal, Anda bisa mengajak mereka untuk berkumpul sehingga dapat menemui mereka sekaligus. Praktis dan lebih hemat.

Bebas atur waktu
Menjadi agen asuransi tidak seperti kebanyakan pegawai lain yang terikat dengan jam kantor. Kebanyakan waktu mereka dihabiskan di luar dengan nasabah-nasabah. Ada yang mendatangi nasabah langsung ke rumah, ada yang mengunjungi ke kantor, dan ada lagi yang membuat janji bertemu di mal atau kafe.

Ini yang mengakibatkan banyak ibu rumah tangga tertarik menjadi agen asuransi. Mereka tetap bisa bekerja dan mendapatkan pemasukan tambahan tanpa harus mengorbankan kepentingan keluarga. Yang penting mereka harus pintar-pintar bagi waktu.

Ada satu hal yang perlu Anda ingat. Waktu kerja fleksibel berarti Anda juga harus mau mendatangi nasabah kapan pun ia mau atau merasa butuh. Bukan mustahil jika ia meminta Anda datang di akhir pekan. Pekerjaan agen asuransi juga melibatkan aspek melayani nasabah sebaik-baiknya.

Walaupun jam kerjanya bisa dibilang sangat fleksibel, perusahaan tetap menerapkan aturan agar kinerja agen bisa terus dipantau. Mereka meminta agen untuk memberi laporan secara berkala tentang aktivitas atau pencapaian yang sudah diraih. Bila tidak bisa datang langsung ke kantor, agen bisa melapor lewat telepon atau sural elektronik.

Komisi menggiurkan
Salah satu daya tarik bidang asuransi adalah komisinya. Meskipun bekerja sebagai agen tiak mendapatkan gaji, Anda akan memperoleh pendapatan dari komisi. Komisi ini jumlahnya beragam, sesuai nilai polis yang berhasil dijual, tapi pada umumnya angkanya cukup menjanjikan.

Semakin tinggi nilai polis, semakin besar jumlah komisi yang bisa diperoleh. Sebagai contoh, di AJB, Anda bisa mendapatkan komisi minimal sejumlah 30 persen dari nilai polis. Jadi, bila berhasil menjual polis senilai Rp 10 juta, Anda akan diberi komisi sebesar Rp 3 juta.

Itu komisi per polis, lho. “Kalau dalam sebulan bisa menjual polis kepada empat orang, total komisi yang Anda dapat bisa mencapai Rp 12 juta,” terang Rizal Rais, Kepala Cabang KCE II AJB. Menguntungkan sekali, bukan?

Tanpa mengeluarkan uang, Anda bisa mendapatkan laba. Modalnya hanya supel dan rajin mencari calon nasabah. Di masa depan, Anda dapat memiliki karier gemilang di bidang ini.

Komentar anda pada Dream Job: Agen Asuransi sangat ditunggu.

Pencarian Info Terbaru 2011:

kisah sukses agen asuransi, tips menjual asuransi, trik menjual asuransi, KIAT SUKSES JADI AGEN ASURANSI, tips menjual produk asuransi

Kiat Sukses Menjadi Agen Asuransi

Posted in Wanita Karir on Jul 29, 2010 with 1 Comment →

Bagi anda wanita karir, tentu saja informasi “Kiat Sukses Menjadi Agen Asuransi” akan sangat penting. Info Kiat Sukses Menjadi Agen Asuransi ini akan membantu anda untuk lebih maju lagi dalam berkarir. Saya doakan semoga karir anda semakin maju.

Kiat Sukses Menjadi Agen AsuransiAgen asuransi adalah profesi yang sedang “happening” saat ini. Orang yang sedang tidak terikat dengan perusahaan tertentu, atau yang sedang mencari penghasilan tambahan, biasanya mengincar pekerjaan ini.

Seperti yang dituturkan Ginawati Djunaedi, Chief Agency Officer Allianz Life Indonesia, tidak ada syarat khusus untuk menjadi seorang agen asuransi. Setiap orang, apa pun latar belakangnya, bisa melamar bekerja sebagai agen. Yang perlu Anda lakukan saat melakukan pekerjaan ini adalah menerapkan strategi, atau sistem, yang sudah diberikan perusahaan saat pelatihan.

Namun, untuk menjadi agen asuransi yang sukses, pada dasarnya Anda perlu menerapkan kiat berikut:

1. Membiasakan diri dengan bidang asuransi. Bila sudah menjadi nasabah, Anda sudah memiliki pengetahuan mendasar tentang hal ini. Namun tak ada salahnya menambah wawasan dengan membaca atau berkonsultasi dengan agen langganan.

2. Terus mengikuti perkembangan dunia asuransi. Jangan berdiam diri dan merasa sudah cukup memiliki pengetahuan. Belajarlah dari agen-agen di kantor yang sudah mencapai kesuksesan.

3. Pantang menyerah. Bukan tidak mungkin Anda ditolak saat menawarkan produk. Bersabarlah dan tetap semangat. Masih banyak calon nasabah potensial lain. Meski ditolak, jangan putuskan hubungan dengan orang tersebut. Tunggulah selama beberapa saat. Setelah itu, kembali dekati dia. Bisa saja pada saat itu ia sudah berubah pikiran. Lakukan semuanya dengan sopan-santun.

4. Jangan bertele-tele saat menjelaskan sebuah produk. Beritahu nasabah dengan bahasa yang sederhana. Bila harus membuat perhitungan, lakukan juga dengan cara-cara sederhana agar nasabah benar-benar mengerti produk apa yang akan dimilikinya.

5. Jadilah teman yang baik bagi nasabah. Dengarkan keluh-kesahnya agar Anda benar-benar mengenal kepribadiannya. Anda pun jadi bisa menentukan produk apa yang paling baik untuknya. Nasabah pun akan merasa memiliki agen yang benar-benar memperhatikan dirinya.

6. Selalu rajin. Rajin mencari calon nasabah, rajin memantau perkembangan nasabah yang sudah ada, rajin melengkapi diri dengan informasi-informasi baru, dan lain-lain. Besarnya komisi yang kita dapatkan juga bergantung pada seberapa rajin kita bergerak.

7. Jujurlah pada nasabah. Jelaskan semua syarat dan keuntungan setiap produk asuransi. Bila ia bertanya produk asuransi apa yang paling cocok dengan kondisinya, ajukan produk yang tepat. Jangan membelok-belokkan nasabah demi keuntungan pribadi.

8. Pelajari cara yang tepat untuk menjual produk. Tidak ada satu formula pemasaran yang mutlak cocok untuk semua orang. Setiap orang memiliki karakteristik dan kepribadian yang berbeda. Sesuaikan jurus-jurus Anda dengan orang yang sedang dihadapi. Ada baiknya mencari informasi mengenai mereka dahulu sebelum Anda menawarkan produk.

9. Kenali setiap produk asuransi yang perusahaan miliki. Bisa jadi di masa depan Anda merasa lebih nyaman menjual satu jenis produk tertentu, misalnya asuransi pendidikan. Tetapi Anda tetap harus mengenal produk lain. Jangan sampai nasabah berpikir Anda agen yang tidak kompeten hanya karena tidak menguasai product knowledge.

10. Utamakan yang terbaik untuk nasabah. Ketika memutuskan menjadi agen, Anda harus mengedepankan kepentingannya. Menjadi agen berarti membantu mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi mereka. Jika sebelumnya sudah merasakan manfaat asuransi, inilah giliran Anda untuk berbagi yang sama dengan mereka.

Komentar anda pada Kiat Sukses Menjadi Agen Asuransi sangat ditunggu.

Pencarian Info Terbaru 2011:

tips menjadi agen asuransi, cara menawarkan asuransi, tips agen asuransi, agen asuransi yang sukses, tips menawarkan asuransi
  • You Avatar