bakat dan pilihan karir


Informasi tentang bakat dan pilihan karir di website info terbaru news dan tips trik. Silahkan klik link di bawah untuk hasil pencarian bakat dan pilihan karir.

Mengubah Karier pada Usia 30-an: Terlambatkah?

Posted in Wanita Karir on Aug 16, 2010 with Comments Off

Bagi anda wanita karir, tentu saja informasi “Mengubah Karier pada Usia 30-an: Terlambatkah?” akan sangat penting. Info Mengubah Karier pada Usia 30-an: Terlambatkah? ini akan membantu anda untuk lebih maju lagi dalam berkarir. Saya doakan semoga karir anda semakin maju.

Mengubah Karier pada Usia 30-an: TerlambatkahBerdasarkan tabel perkembangan versi Roger Gould, psikiater Amerika dan pemerhati perkembangan psikologi usia dewasa, pada rentang usia 35-43 tahun, seseorang mengalami periode urgensi untuk mencapai tujuan hidup. Ia mulai memiliki kesadaran terhadap adanya keterbatasan waktu dalam memenuhi tuntutan aktivitas sehari-hari dan butuh menyusun kembali tujuan hidupnya.

Krisis paruh baya
Menurut Gould pula, usaha menangani krisis kehidupan pada usia paruh baya dan adanya kesadaran terhadap perasaan urgensi untuk mengatasi “krisis hidup” ini merupakan reaksi alami. Reaksi ini akan membantu individu menuju jalan lebih matang. Upaya untuk bisa menghadapi dan mencari jalan keluar terhadap kondisi ini akan semakin membuka pintu mencapai kedewasaan seseorang.

Usia 30-an merupakan awal periode tengah baya. Anda cenderung melihat peristiwa-peristiwa penting dalam hidup saat ini seolah “memaksa” Anda mengadakan penataan kembali atas tujuan hidup Anda. Sebagai langkah awal, pikirkan kembali apa tujuan hidup Anda. Ini akan memudahkan Anda menentukan prioritas pilihan karier/kerja setelahnya. Renungkan kembali pertanyaan-pertanyaan ini:

- Mengapa saya harus bekerja?
- Apa saja yang telah saya capai dalam hidup? Apa lagi yang ingin saya capai?
- Cara-cara apa saja yang dapat saya lakukan untuk mendapatkan, merasakan, dan mengalami karier/pekerjaan yang lebih berarti?

Misalnya, pertimbangan yang ingin Anda gapai saat ini adalah untuk mencari peluang kerja baru karena lebih merasa tidak mengalami peningkatan karier setelah 5 tahun bekerja. Adapun dari segi penghasilan, Anda merasa cukup. Pikirkanlah lagi apa yang Anda harapkan dengan adanya peningkatan karier tersebut? Apakah karena terlanda jenuh dan ingin jenis tugas dan tantangan baru? Apakah karena jenuh dan ingin tugas lebih sulit dan kompleks? Apakah demi meraih rasa bangga dan percaya diri yang lebih sehat, dengan jabatan baru yang terkesan lebih kredibel? Apakah ingin suasana kerja baru, ingin mendapatkan wawasan baru, atau ingin memperluas networking dengan pihak internal dan eksternal kantor sesuai kapasitas baru nanti?

Manfaatkan evaluasi
Langkah selanjutnya, jika pilihan mengarah pada mempertimbangkan terlebih dulu kemungkinan meminta promosi di kantor Anda sekarang, maka manfaatkan periode evaluasi performance appraisal secara optimal. Dengan begitu, Anda bisa membicarakan dengan obyektif apa saja kekuatan, aspek yang perlu dikembangkan, dan peluang peningkatan karier Anda saat ini.

Carilah waktu untuk berdiskusi dengan atasan dan pihak berwenang mengenai hal ini sehingga Anda akan segera tahu tindakan praktis yang perlu ditempuh untuk kemajuan karier Anda.

Banting setir
Jika Anda sempat terpikir untuk “banting setir” ke sebuah lahan pekerjaan yang jauh dari tempat bekerja sebelumnya, maka penting untuk membekali diri lebih banyak. Untuk memahami pengetahuan, sertifikasi keahlian yang akan dibutuhkan, dan nilai pekerjaan apa yang perlu dimiliki. Introspeksi diri, apakah sikap dan perilaku Anda cenderung sejalan dengan sikap dan perilaku yang dibutuhkan di tempat kerja selanjutnya.

Untuk hasil lebih optimal, coba bicarakan dengan psikolog yang tepercaya. Dengan begini, Anda bisa mendiskusikan minat vocational Anda, sesuai bakat, keterampilan, dan peluang yang ada di depan. Selamat berjuang dalam menggali potensi diri demi meraih karier/kerja yang paling sesuai bagi Anda.

Komentar anda pada Mengubah Karier pada Usia 30-an: Terlambatkah? sangat ditunggu.

Pencarian Info Terbaru 2011:

apa yg perlu ada di usia 30 an, umur ku 30 tahun terlambat kah nikah, trelambatkah usia 30 pingin kuliah, tips untuk wanita mengatasi krisis 30 tahun, terlambatkah bila kuliah di atas 30 tahun

Merasa Stuck di Pekerjaan? Hadapi Dengan Trik Ini!

Posted in Wanita Karir on Jul 24, 2010 with Comments Off

Bagi anda wanita karir, tentu saja informasi “Merasa Stuck di Pekerjaan? Hadapi Dengan Trik Ini!” akan sangat penting. Info Merasa Stuck di Pekerjaan? Hadapi Dengan Trik Ini! ini akan membantu anda untuk lebih maju lagi dalam berkarir. Saya doakan semoga karir anda semakin maju.

Merasa Stuck di Pekerjaan? Hadapi Dengan Trik Ini!Salah satu tantangan tersulit untuk dilewati dalam karier seseorang adalah ketika berhadapan dengan kejenuhan. Setiap kita yang bekerja dalam suatu waktu pasti akan menemui kondisi ini. Umumnya, bisa terselesaikan dengan pendekatan dan kemauan untuk introspeksi diri.

Ketika Anda mulai jalan terseok-seok menuju kantor, merasa tak ada tantangan baru, atau merasa tak ada masa depan pada pekerjaan Anda, maka hal ini akan berpengaruh pada kualitas pekerjaan Anda. Ironisnya, ketidakpuasan akan pekerjaan bisa menjadi hambatan terbesar untuk mendapatkan kesempatan yang Anda inginkan. Mirip lingkaran yang tak berujung.

Coba lakukan langkah-langkah berikut untuk mengatasi kejenuhan dalam pekerjaan:
1. Menilai ulang prestasi Anda
Bangunlah kepercayaan diri Anda dengan menera ulang bakat dan prestasi profesional yang sudah Anda gapai selama ini. Tetapkan 3 proyek atau hasil kerja yang paling Anda banggakan, dan tilik, apa hal paling Anda senangi dari keberhasilan proyek tersebut? Apakah karena kesenangan Anda untuk mengatur orang? Apakah kepuasan untuk mendapatkan solusi untuk tantangan bisnisnya? Atau karena kesempatan untuk mencoba hal baru? Ketika Anda sudah mengetahui aspek paling membanggakan tersebut, lihat apakah Anda bisa mengupayakan agar hal-hal semacam itu bisa dibuat lebih sering? Misal, jika Anda mendapati bahwa merencanakan program acara (event planning) adalah hal yang Anda sukai, tanyakan kepada atasan Anda apakah memungkinkan untuk memposisikan Anda ke posisi yang banyak mengkoordinasi jadwal dan rapat?

2. Meningkatkan kemampuan
Mengejar kesempatan untuk membangun keahlian atau kemampuan lain bisa membuat Anda lebih maju dalam pekerjaan dan menantang intelektual Anda. Mengikuti kursus-kursus atau tempat kuliah bisa menjadi pilihan. Jangan lupa untuk mengecek kebijakan perusahaan Anda mengenai pembiayaan sekolah/kuliah, atau tanyakan pula mengenai kesempatan pelatihan internal. Keahlian atau kemampuan yang Anda dapatkan juga bisa meningkatkan kemungkinan Anda untuk mendapatkan promosi atau kenaikan gaji.

3. Memperluas lingkup kerja
Jika memungkinkan, coba tawarkan bantuan Anda secara sukarela untuk proyek-proyek menumpuk di kantor, meski hal tersebut berada di luar deskripsi pekerjaan Anda. Dengan berusaha mencoba melakukan tugas-tugas lain bisa meningkatkan nilai inisiatif Anda di mata atasan. Dengan melakukan hal ini pun, bisa membantu Anda mengetahui bakat-bakat terpendam.

4. Katakan apa yang Anda ingin katakan
Jangan takut untuk berbagi ide yang bisa menambahkan fungsi atau proses. Terlebih lagi, katakan pada atasan Anda apa yang bisa Anda lakukan untuk berkontribusi dan bagaimana usaha Anda tersebut bisa meningkatkan hasilnya. Berbagi pikiran pun bisa menanamkan bibit proyek-proyek baru yang bisa Anda bantu, tanggung jawab yang bisa Anda dapatkan dari sana akan mendorong Anda untuk lebih bersemangat mengerjakan pekerjaan rutin Anda.

5. Lebih terlibat dalam kegiatan komunitas
Anda bisa memperluas pengalaman dan meningkatkan kemampuan di lapangan dengan secara sukarela menjadi pemimpin kegiatan-kegiatan grup, menjadi mentor, atau lainnya. Melalui kegiatan-kegiatan semacam ini, Anda bisa meningkatkan antusiasme terhadap profesi Anda, sekaligus membantu rekan Anda untuk lebih maju dalam karier mereka.

6. Pikirkan kemungkinan untuk perubahan
Meski sudah berupaya keras, Anda masih merasa kurang tertantang atau tak terpuaskan dengan karier yang sekarang. Bahkan sulit untuk mendapatkan efek perubahan yang positif pada lingkungan pekerjaan Anda. Dalam kasus-kasus seperti ini, pilihan yang bisa Anda lakukan adalah untuk lebih obyektif dalam menilai situasi. Apakah Anda akan lebih produktif jika bekerja di lingkungan yang berbeda? Atau apakah Anda sudah menjajaki profesi yang tepat? Kadang, perubahan substansial bisa membantu Anda menghadapi tantangan yang sedang dihadapi. Ketika Anda terjebak dalam rutinitas membosankan pekerjaan, mencari jalan keluar adalah solusi termudah. Kuncinya adalah untuk tidak menyerah kepada kefrustasian begitu saja. Dengan mengambil beberapa langkah ke arah yang berbeda, Anda bisa menemukan diri Anda keluar dari rutinitas karier dan menemukan jalan yang lebih memuaskan.

Komentar anda pada Merasa Stuck di Pekerjaan? Hadapi Dengan Trik Ini! sangat ditunggu.

Pencarian Info Terbaru 2011:

karier stuck, karir stuck, Kerja stuck, prestasi yang paling di banggakan dalam pekerjaan, stuck dengan pekerjaan