cara memimpin perusahaan yang baik


Informasi tentang cara memimpin perusahaan yang baik di website info terbaru news dan tips trik. Silahkan klik link di bawah untuk hasil pencarian cara memimpin perusahaan yang baik.

Kualitas Pemimpin yang Dikagumi

Posted in Wanita Karir on Jul 30, 2010 with Comments Off

Bagi anda wanita karir, tentu saja informasi “Kualitas Pemimpin yang Dikagumi” akan sangat penting. Info Kualitas Pemimpin yang Dikagumi ini akan membantu anda untuk lebih maju lagi dalam berkarir. Saya doakan semoga karir anda semakin maju.

Kualitas Pemimpin yang DikagumiBanyak cara menuju puncak karier. Namun, begitu tiba di atas, tak banyak yang bisa menghayati dan menjalani peran seorang pimpinan dengan baik. Berikut adalah 8 atribut yang membedakan seorang pemimpin berhasil karena kualitas dari pemimpin yang berhasil menempati posisi puncak karena keberuntungan (kebetulan).

Kepemimpinan Artinya Mampu Memimpin Diri Sendiri
Memerintah atau menyuruh orang lain sama mudahnya dengan membagi-bagikan kartu nama. Namun seorang pemimpin yang bijaksana, ia juga harus tahu bagaimana cara memimpin dirinya sendiri. Tak hanya untuk memberikan contoh bagi orang lain, tapi juga sebagai orang yang menggerakkan roda bisnis perusahaan. Sangat penting bagi seorang pemimpin memiliki kemampuan untuk fokus dan memotivasi dirinya sama ketika ia memotivasi orang lain, saran Larraine Segil, pengajar edukasi eksekutif di California Institute of Technology, Pasadena, AS.

Jangan Menjadi Diktator
Amat penting untuk tidak melihat perusahaan yang dipimpin sebagai sebuah kerajaan kecil. Ketika roda perusahaan sudah bergulir dengan baik untuk beberapa saat, ini berarti Anda sudah memiliki tenaga-tenaga yang berbakat. Karenanya, disarankan untuk berhati-hati dalam melangkah. Jangan sampai Anda seperti membangun sebuah kerajaan kecil milik Anda di dalam perusahaan. Sebagai pemimpin, usahakanlah untuk memandu karyawan Anda, namun jangan mengimplementasikan parameter lebih dari yang diperlukan. Penting untuk bisa memandu bawahan Anda dan untuk menciptakan atmosfer agar mereka bisa percaya kepada Anda untuk memandu mereka.

Terbuka untuk Mencoba Hal Baru
Salah satu ranjau potensial dari sebuah perusahaan yang sedang berkembang adalah rutinitas dan stagnasi. Memang sulit untuk mau mulai menjajaki hal baru dan mencoba untuk mengubah apa yang sudah ada ketika segalanya sudah berjalan damai Padahal, kepemimpinan yang bijaksana harusnya bisa dan mau melakukan perubahan yang disesuaikan dengan zaman demi perbaikan dan perkembangannya sendiri.

Bhineka Tunggal Ika
Menurut situs MSN, saat ini karyawan dari perusahaan-perusahaan sudah sangat beragam. Jika dahulu karyawan perusahaan didominasi oleh pria berkulit putih, tapi sekarang latar belakang karyawan sudah bercampur, baik secara gender, suku, ras, dan kultur. Tak sedikit pula perusahaan yang sukses dimotori oleh karyawan-karyawan yang latar belakangnya beragam. Pemimpin yang bijaksana akan berusaha untuk memenuhi hal ini semampunya. Kompetisi, yakni sebuah dorongan konstan untuk menyelesaikan tugas lebih cepat, lebih baik, dan lebih murah merupakan sebuah mandat yang kita coba pelajari dan laksanakan secara efektif dengan adanya perbedaan di kantor. Sebuah perusahaan yang berusaha menggabungkan dan mengapresiasi perbedaan ke dalam kultur perusahaannya akan membuat dirinya lebih kuat dan memiliki daya bertahan yang lebih baik.

Bangun Komitmen yang Baik
Bangun dan buktikan bahwa Anda memiliki komitmen. Rancang rencana yang masuk akan dan meyakinkan untuk mencapai tujuan akhir Anda. Jangan lupa untuk membuat tabel waktu yang masuk akal untuk merampungkan tujuan tersebut.

Selesaikan Pekerjaan
Kebanyakan pimpinan senang mengutarakan rencana besar mereka, tapi berapa banyak dari para bos ini yang benar-benar bisa menyelesaikan apa yang mereka katakan? Pimpinan yang tak bisa menyelesaikan atau membuktikan perkataannya akan kehilangan kepercayaan dari anak buah dan pelanggannya. Kemampuan untuk menyelesaikan tugas dan hal-hal yang dikatakan sangat krusial. Cobalah untuk membangun tujuan dan ukur kemampuan Anda untuk bisa menyelesaikannya.

Apresiasi Tulus
Seorang pimpinan harus bisa bersikap tegas, sekaligus juga bisa mengayomi dan bijaksana. Jika ada anak buah yang mampu menyelesaikan target, Anda pun harus bisa menyampaikan apresiasi Anda kepadanya. Pimpinan yang memiliki pandangan ke depan harus bisa dan mau memberikan pujian dengan imbalan setimpal yang benar-benar diwujudkan, seperti promosi, kenaikan gaji, bonus, dan lainnya. Hal semacam ini akan memotivasi karyawan, tak hanya untuk membuat produktivitas mereka meningkat, tapi juga keinginan untuk setia kepada perusahaan lebih lama.

Kemauan untuk Terus Belajar
Tak sedikit eksekutif bisnis percaya bahwa kemampuan kepemimpinan datang dari sebuah pencerahan atau hadiah dari langit. Tentu, ide-ide bagus bisa datang kepada kita begitu saja, namun, untuk menjadi seorang pemimpin yang hebat, ia harus mau untuk terus belajar. Bacalah buku mengenai kepemimpinan yang efektif, datangi seminar, atau apa pun itu. Akan butuh kerja keras dan upaya, namun akan menjadi keuntungan untuk Anda di kemudian hari.

Komentar anda pada Kualitas Pemimpin yang Dikagumi sangat ditunggu.

Pencarian Info Terbaru 2011:

cara memimpin perusahaan yang baik, cache:u_cdXDvD1uAJ:informasidantips com/kiat-sukses-menjadi-agen-asuransi/ Kiat Untuk Mencari Nasabah yang Potensial, cara memimpin yang baik, tips memimpin perusahaan, cara memimpin diri sendiri

7 Hal yang Harus Disampaikan Saat Interview Kerja

Posted in Wanita Karir on Jul 20, 2010 with Comments Off


Bagi anda wanita karir, tentu saja informasi “7 Hal yang Harus Disampaikan Saat Interview Kerja” akan sangat penting. Info 7 Hal yang Harus Disampaikan Saat Interview Kerja ini akan membantu anda untuk lebih maju lagi dalam berkarir. Saya doakan semoga karir anda semakin maju.

7 Hal yang Harus Disampaikan Saat Interview Kerja
Jika Anda pernah membaca beragam buku mengenai wawancara kerja, Anda akan mendapati daftar pertanyaan dan jawaban saat wawancara kerja untuk diingat dan dihafal. Namun, perlu Anda ketahui, bahwa wawancara kerja bukanlah interogasi, melainkan sebuah percakapan. Untuk membuat wawancara kerja selayaknya percakapan, Anda perlu mempersenjatai diri dengan cerita-cerita kecil tentang kehidupan profesional dan personal Anda.

Ketika Anda datang ke sebuah wawancara kerja, Anda perlu menanggalkan rasa gugup di pintu depan. Hal terbaik untuk mempersiapkan diri adalah dengan menjadi diri sendiri. Cara terbaik untuk menjadi diri sendiri adalah dengan menceritakan kisah Anda sendiri. Ini akan semakin baik untuk wawancara berdasarkan kompetensi yang belakangan ini makin banyak dilakukan.

Dalam wawancara kerja tradisional, si pewawancara kerja akan menanyakan pertanyaan yang memfokuskan kepada keahlian dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan. Wawancara kerja berbasis kompetensi akan menyelami tentang diri Anda dengan menanyakan seputar karakter dan atribut diri yang mencari kecocokkan antara Anda dan kultur perusahaan. Hal ini disebut sebagai kompetensi sikap. Pewawancara kerja yang menggunakan metode ini akan menggunakan setengah waktu saat wawancara untuk menanyakan kemampuan dan setengahnya lagi mengenai kompetensi sikap. Ia akan mencari bukti bagaimana sikap Anda selama ini. Pewawancara kerja harus mencari tahu:

- Apakah Anda adalah aset atau beban untuk perusahaan? Dalam kata lain, apakah Anda akan mencetak uang atau menyimpan uang untuk perusahaan?
- Apakah Anda team player? Apakah Anda bisa masuk ke dalam hierarki perusahaan atau menjadi batu sandungan? Mampukah Anda menerima atau memberi perintah?
- Mungkinkah Anda masuk ke dalam kultur perusahaan? Mereka tak butuh seorang “putri”.

Salah satu cara terbarik untuk menjawab kebutuhan si pewawancara tersebut, cobalah ambil inisiatif dan ceritakan kisah-kisah pribadi yang bisa Anda ceritakan, kira-kira ambil waktu 30 – 90 detik untuk masing-masing. Anda bisa memulai membangun cerita Anda lewat 7 area berikut:

1. Saat Anda berhasil membuat atau menghemat uang perusahaan tempat Anda bekerja dulu.
2. Sebuah krisis diri yang Anda hadapi kala di pekerjaan lama, dan bagaimana Anda merespon atau berhasil melaluinya.
3. Cerita ketika Anda menjadi bagian dalam sebuah tim kerja dan apa kontribusi Anda.
4. Ketika Anda bekerja dan berhasil melewati stres.
5. Kisah ketika Anda berhasil memimpin sebuah proyek, atau kisah mengenai kemampuan Anda untuk menjadi seorang pimpinan.
6. Kegagalan yang terjadi di pekerjaan Anda dan bagaimana melewatinya.
7. Sebuah kejadian luar biasa yang terjadi selama karier dan mengakibatkan Anda harus mengubah haluan, dan betapa hal tersebut sudah mengubah Anda.


Komentar anda pada 7 Hal yang Harus Disampaikan Saat Interview Kerja sangat ditunggu.

Pencarian Info Terbaru 2011:

hal-hal yang harus disampaikan dalam melakukan wawancara, tips melakukan interview, sikap ketika interview, HAL-HAL YANG PERLU DISAMPAIKAN SAAT TEST WAWANCARA, interview (wawancara)
  • You Avatar