cara sukses orang cina


Informasi tentang cara sukses orang cina di website info terbaru news dan tips trik. Silahkan klik link di bawah untuk hasil pencarian cara sukses orang cina.

Cerita Valentine Mengharukan Terbaru

Posted in Info Khusus, Info Umum on Jan 26, 2011 with Comments Off

Hari valentine memang sudah dekat, dan tentu saja nuansa valentine harus kita hidupkan. Saya sendiri tau kalau valentine merupakan hari kasih sayang, dan tentu saja kasih sayang untuk semua orang yang berarti di dalam hidup kita. Jangan lupa baca Kumpulan Puisi Valentine Terbaru Mengharukan.

Be My Valentine

Penulis : El-Syifa

“Tell me whom you love and

I will tell you who you are

Will you be my valentine?”

Meti meremas secarik kertas tanpa dosa di genggamannya. Tulisan cantiknya yang mengisi ruang kecil lembaran putih itu berkerunyut kusut. Valentine! Valentine! Huh! Kapan dia akan mendapat memo cinta seperti itu dari seorang pangeran impiannya? Seperti Rosa, seperti Pupuy, Lula, atau Sarah. Mereka semua sudah punya pacar dan segudang rencana menjelang hari kemerdekaan cinta, 14 Februari itu. Bahkan, sejak minggu-minggu ini, sebelum angka-angka di kalender Januari menunjuk nilai tertinggi.

Memang, di antara lima sekawan, bukan dia sendiri yang belum punya pacar. Pupuy dan Lula masih sorangan wae dan mereka menikmati kesendirian mereka. Tapi, untuk hari Valentine nanti, mereka sudah punya pasangan untuk teman ngedate di pesta-pesta romantis milik orang-orang yang penuh cinta. Itu istilah mereka. Sementara Meti? Gadis itu melirik sosoknya di kaca etalase toko buku megah itu. Separah apa wajahnya hingga tak ada seorang pun pria berminat padanya? Untuk sehari saja sekalipun. Dada Meti menyesak.

Kotak empat persegi yang dipenuhi kartu-kartu bergambar hati dan merpati berwarna pink di depan pintu utama berjubel pengunjung. Semua hampir gadis-gadis belasan tahun. Meti berjalan menghindar.

“Nah, lho, ketangkap sekarang!”

Jantung Meti berdebam-debam seketika. Menghentak-hentak dadanya. Wajahnya memucat tanpa setetes darah mengisi pembuluh di muka bulatnya itu. Dua gadis semampai berseragam abu-abu putih berdiri di hadapannya. Terkikik dengan tawa khas mereka. Rosa dan Pupuy.

“Mau cari kartu, ya? Bocoran buat bikin janji, ya? Sama siapa? Ronnie?” selidik Pupuy antusias. Cengirannya melatari semua pertanyaan interogasinya itu.

”Wah, iya, pasti Ronnie, nih! Dengar-dengar dia belum ada gandengannya, tuh! Ayo, dong, Met, nanti keduluan orang tahu rasa, lo!” Rosa mengompori.

”Apaan, sih!” tidak tahu kenapa, tapi akhir-akhir ini tensi Meti memang cepat sekali melonjak. Meggelegak berbusa-busa. Persis air mendidih bersuhu seratus derajat celsius yang bisa mematikan kuman-kuman. Terlebih jika itu menyangkut Ronnie.

”Marah, nih, ye! Ingat, lho, valentine gak ada istilah ngomel, musti sayang-sayangan. Termasuk sama temen. Tul, kan, Puy?” Rosa tersenyum dikulum. Sebelah matanya berkedip nakal.

”Valentine apaan, aku nggak ngenal, tuh, budaya barat jelek kayak gitu. Nggak ada manfaatnya lagi,” cetus Meti ketus.

”Siapa bilang jelek? Asyik lagi! Kita bisa bebas mengungkapkan rasa sayang kita pada semua orang tanpa rasa malu atau bersalah. Hari itu, kan hari kasih sayang. Kasih coklat, kasih bunga, pokoknya ungkapan cinta dan nggak ada orang yang berhak melarang,” Rosa bereaksi cepat. Pupuy terkikik di belakangnya. Dua macan di gank mereka sudah siap bertarung. Salah satu harus dilarikan sebelum seisi hutan kocar-kacir dibuatnya.

”Budaya seperti itu, kan, tidak Islami,” sergah Meti.

”Memangnya dalam Islam nggak ada cinta dan kasih sayang, ya?!”

”Nggak. Yang dikatakan dengan coklat bergelatin lemak babi, mawar merah, dan pesta–pesta gala murahan tidak ada!”

”Stop! Sudah, sudah, jangan berkelahi di sini. Kasih sayangnya hilang lagi nanti. Yuk, Ros, kita duluan. Darah tinggi Meti lagi kumat, tuh! Mengalah sajalah, setidaknya untuk hari ini sampai Valentine nanti,”Pupuy menggamit pinggang Rosa. Menariknya meninggalkan Meti yang masih menyimpan kedongkolan di hatinya.

”Sorry, Met!” Pupuy masih menyempatkan menghadiahkan ciuman sekilas di pipi Meti, menimpa sebagian batas kerudung di wajahnya. ”Kita duluan, nih, nggak apa-apa, kan?”

Pupuy yang bijak. Batin Meti. Wasit yang baik dalam komunitas lima makhluk terunik di bumi ini. Tanpanya, tidak akan mungkin mereka utuh sampai hari ini. Pertengkaran demi pertengkaran kerap membayangi persahabatan mereka, terutama karena darah panas Meti yang gampang terpancing. Pupuy yang selalu menengahi. Membawa kesejukan. Membawa perekat untuk mereka berlima.

Dan Rosa, dia yang paling tomboi. Hampir tak ada nilai keperempuanan pada diri anak itu. Tapi anehnya, masih juga ada makhluk bernama cowok yang tertarik pada rambut cepak dan raut keras wajahnya. Meti mendesah. Dia feminin, setidaknya itu yang dia rasa. Berjilbab lagi! Banyak cowok suka perempuan berjilbab. Lebih anggun, lebih beraura, lebih kelihatan suci. Ho … ho … meski itu seharusnya milik mbak-mbak yang jilbabnya menyapu dada dan punggungnya. Meti, sih, ditiup angin saja, ujung jilbabnya berlarian. Membuka sekilas kuduknya yang bersih tak tersentuh matahari. Tapi apapun, Meti tetap berkerudung. Dengan baju full pressed body dan celana cordoray sekalipun. Atau jangan-jangan selembar kain di kepalanya itu yang membentenginya dari tangan laki-laki. Tidak ada yang mau dengannya? Tidak laku? Hiii ….

Membayangkan semua itu Meti bergidik sendiri. Benarkah? Bisa saja Ronnie tidak suka dengan perempuan berkerudung. Lebih suka gadis-gadis yang berambut indah terurai seperti bintang iklan sampo di televisi. Lho, kok, Ronnie? Meti menangkap kembali hatinya yang mulai melangkah pergi lagi. Ya, kenapa Ronnie?

Entahlah, namun bulan-bulan terakhir jantung Meti selalu berdegup sepuluh kali lebih kencang jika mengingat makhluk yang satu itu. Apa lagi mendengar namanya di sebut. Apa lagi bersirobok dengannya. Seperti udang yang dicelupkan ke air mendidih, pasti. Merah padam. Tanda-tanda apa? Benarkah dia naksir Ronnie, seperti kata sebuah majalah remaja yang kerap dia baca? Suka curi pandang, suka ngomongin, gampang panas dingin, corat-coret namanya di mana-mana, ngelamunin, salah omong, juga jadi manusia paling majnun di dunia. Duhai ….

”Cinta itu fitrah manusia, namun kita harus bisa menempatkannya pada suatu keadaan yang dilegalkan Allah. Islam telah mengatur semua itu. Memberinya kemudahan dengan pernikahan …” Tidak sama persis kalimatnya, namun Meti ingat, pernah membacanya di sebuah situs Islam lokal. Menikah? Tidak boleh pacaran sebelumnya? Nggak ku … ku …!

Gedubrak!

Meti mengelus jidatnya. Senyum sipunya mengembang. Lebih mirip meringis sebenarnya. Etalase buku ditabraknya dengan sukses.

”Nggak apa-apa, Mbak?” seorang gadis pramuniaga menghampirinya.

”Oh, ehm, nggak!” Meti tergagap. Tangannya masih memegangi jidatnya. Lumayan sekali.

”Nggak sakit?”

Meti menggeleng, ”Maaf, ya, saya benar-benar nggak sengaja.”

Dengan malu-malu, diiringi tatapan beberapa pengunjung, Meti berlalu. Menghampiri eskalator dan menaikinya hingga lantai dua.

***

”Satu kelompok dengan Ronnie?” batin Meti sambil memandangi selembar kertas berisi daftar nama kelompok-kelompok praktikum biologi minggu depan.

”Nah, tertangkap!” Rosa menepuk dua bahu Meti sekeras-kerasnya. Matanya segera bergabung pada lembaran kertas di tangan Meti.

”Satu kelompok dengan Ronnie, ck, ck, boleh juga!” decaknya ketika menemukan nama Ronnie terpampang sebagai ketua kelompok Meti. ”Hoi, girls, Meti gabung dengan Ronnie!” teriaknya sadis kepada teman-teman lain.

Ronnie yang tengah menulis di bangkunya mendongak. Meti memerah. Sedetik kemudian memutih kapas. Lesu. Jantungnya kumat lagi. Terlebih melihat Ronnie ada disitu.

”Jadi valentinan?” tanya Lula yang memang sedikit gagap daya tangkapnya.

”Iya,” angguk Rosa tanpa memedulikan keadaan Meti yang nyaris pingsan.

Meti tiba-tiba menemukan satu mata pedang menusuk hatinya. Kilat mata milik Ranti yang duduk di deretan paling depan. Satu-satunya gadis berjilbab lebar di kelasnya. Yang paling getol mengajaknya ngaji setiap Jumat siang di musala sekolah. Dia ibarat malaikat yang selalu mengawasi gerak-gerik Meti. Menegurnya tanpa segan-segan. Dan Meti tidak suka itu. Sok tahu.

Dengan sedikit menata hatinya, Meti pergi menjauh. Ini jalan yang terbaik sebelum pertengkaran terjadi. Di depan malaikat Ranti dan di depan si Romeo Ronnie, Meti tak mau merusak imejnya. Jaim sedikit untuk kemaslahatan yang lebih banyak.

Di sudut sekolah, Meti meluruskan punggungnya. Memeluk kedua lututnya. Ronnie bahkan tak bereaksi tadi. Sebegitu parahkah aku? Keluhnya. Tanggal empat belas sudah di depan mata. Anak-anak gaul kelasnya sudah ribut. Dan apakah Meti akan merana sendirian di kamarnya, pada hari penuh makna itu? Meti menatap bayangannya yang jatuh di antara kerikil-kerikil putih yang tertata rapi di hadapannya. Selembar daun flamboyan kering terbang bebas di udara dicerabut angin dari tangkainya. Merana. Meti mendesah.

***

”Legenda lain bercerita tentang seorang pendeta Katholik dari abad III bernama Valentinus yang dijebloskan ke penjara dan dihukum mati oleh Kaisar Claudius karena ingin menyebarkan agamanya. Selama di penjara, Valentinus tetap memegang teguh imannya dan diceritakan bersahabat dengan putri sipir penjara. Ketika akhirnya Kaisar menghukum mati Valentinus pada 14 Februari 269, ia menulis surat bertuliskan from your valentine kepada anak sipir penjara sebagai tanda mata terakhir.

Seiring dengan berjalannya waktu, cerita tentang Valentine ini berkembang dalam berbagai versi. Namun orang biasanya lebih memfokuskan pada kisah romantis di belakangnya. Ada yang mengatakan bahwa Valentine sesungguhnya jatuh cinta pada anak sipir penjara itu, dan surat yang diberikannya sebagai tanda mata terakhir merupakan awal dari tradisi menulis surat cinta di antara pasangan kekasih …”

Meti menggarisbawahi kata-kata seorang pendeta Katholik pada artikel sebuah majalah remaja di tangannya. Bibirnya mengerucut. Shiba, boneka beruang birunya, dihempaskan begitu saja ke lantai.

Meti tahu cerita itu dari dahulu. Hafal di luar kepala bahkan. Versi Romawi, Prancis, Inggris, Wales, Itali, Jerman, Amerika Utara, bahkan sampai cerita gadis penenun di Cina. Dia juga tahu, itu bukan tradisi Islam. Tapi jika cinta menghampiri, siapa yang kuasa mengelaknya? Semua temannya mengharap valentine tiba. Mengungkapkan rasa cintanya pada pujaan mereka. Bahkan lebih luas lagi.

”Nggak harus kekasih, pada bonyok, adik, kakak, saudara, bahkan si bibi atau mamang sopir bisa saja diungkapkan. Pokoknya hari itu harus full senyum, deh!” kata Pupuy dengan bijaknya.

Meti tersenyum. Dia sudah membacanya di majalah remaja khusus cewek edisi valentine yang terbit minggu ini. Semua yang berbau perayaan pink itu dikupas habis. Tips mau kencan, kado-kado istimewa, baju-baju yang cocok, wah, komplet.

”Met, ada telepon, tuh!” panggil Mamah dari ruang tengah. Telepon? Sepertinya tadi dia tidak mendengar deringnya. Meti kian pusing. Mengapa jadi begini? Dia melihat sekilas kalender di atas rak bukunya. Tanggal sebelas Februari.

”Makasih, Mah!” seru Meti sambil mengangkat gagang telepon.

”Ranti,” jelas Mamah tanpa ditanya.

Meti berubah. Mengganti nada bicara yang sudah di ujung lidahnya. Tadi, dia sangat berharap, semoga saja yang meneleponnya … Ronnie!

”Meti, bisa bantu kami nggak, buat ngurusin diskusi khusus bulan ini? Kebetulan kami lagi kekurangan orang di kepanitiaan, nih!” kata Ranti setelah berucap salam.

”Kapan?”

”Tanggal empat belas, dari asar sampai ba’da magrib.”

Tanggal empat belas? Pesta Valentinan gengnya.

”Bisa, ya? Soalnya kami benar-benar butuh orang. Diskusi kali ini rada spesial, pembicaranya saja Ustad Zakaria yang ngetop itu,” pinta Ranti penuh harap.

Meti menggaruk kepalanya. ”Aku nggak yakin, sih, tapi nanti aku usahain!”

Malas, Meti menutup teleponnya. Ke musala atau gabung dengan teman-temannya, ya? Kalau gabung dengan Pupuy cs bisa-bisa dia dicengin habis, jika hadir tanpa pasangan. Biarpun mereka membolehkan datang dengan saudara, tapi malu, dong, sementara mereka semua dengan pangeran masing-masing. Jangan-jangan dikira nggak laku!

***

Ini hari termemuakkan bagi Meti, sebenarnya. Hari-hari yang panjang telah dia lewati dengan penuh kecemasan dan kebimbangan. Ronnie tidak pernah bercakap dengannya kecuali saat praktikum biologi di lab. Sedikitpun tak ada harapan baginya. Segalanya terasa gelap.

Ah! Meti nyaris tak percaya melihat daftar surat yang ada di inbox-nya. Ya, internet obat stres paling mujarab untuk Meti. Dia bisa bermain ke mana saja dia suka.

Ronnie Alam Bhuana. Meti mengucek matanya. Nggak salah? Segera dibukanya surat berisi bom waktu yang siap meledakkan dadanya itu.

Singkat. Pendek saja isinya.

Tell me whom you love and

I will tell you who you are

Will you be my valentine?

Ronnie

Napas Meti memburu. Tidak salahkan penglihatannya? Pangerannya telah datang di saat-saat kritis hampir menjelang. Sesaat jemarinya bergetar. Lupa untuk me-replay surat bersejarah ini. Angannya bermain-main di atas langit-langit kamar. Baju apa yang akan dia kenakan? Memakai lipstikkah? Parfum apa yang cocok? Semuanya berputar dalam kerut merut otaknya. Dan mestikah dia mengenakan jilbabnya? Angan Meti terbanting membentur dinding. Ya, bagaimana dengan jilbabnya?

***

Meti berputar sekali lagi di depan cermin. Kulot merah tua, gamis selutut warna pink yang manis dihias renda-renda di ujung lengan dan ujung bawah, juga jilbab mungil warna senada yang dipasang gaya. Bibirnya disapu usapan tipis lipstik merah muda. Meti tampak berbeda. Dia tersenyum. Baru dia sadari kini, sebenarnya dia memiliki sisi kecantikan yang selama ini tersembunyi.

”Duh, yang mau valentinan …!” ledek Mamah ketika Meti keluar dari pintu kamar. Gadis itu tersipu, ”Jangan sampai malam, ya, Met.”

”Oke, deh!” sahut Meti mantap.

Dia menatap jam yang terpasang di dinding. Hampir setengah empat. Ronnie berjanji menjemputnya tepat setengah empat.

”Tuh, kan, Met, meski pakai jilbab kamu tetap bisa tampil gaya dan mengikuti tren,” cetus Mamah yang menjajari Meti. Dulu Mamahlah yang mendorong Meti untuk berjilbab. Katanya, nenek ingin cucu perempuan satu-satunya berkerudung setelah akil baligh. Maklum, kakek dan nenek kan, Haji! Mamah sendiri kalau pergi biasanya berkerudung. Kerudung gaya.

Hampir jam empat. Meti mulai gelisah. Masa, sih, kencan pertama telat. Nggak punya sopan santun.

Telepon berdering. Meti nyaris melompat menyambar gagang telepon warna hitam itu.

”Apa?!” dia nyaris tak percaya.

Wajahnya berubah.

“Baik, nggak apa-apa, kok. Bye!” Meti menutup telepon.

Mamah yang memperhatikan semua itu menatapnya heran.

Meti melangkah gontai ke kamarnya.

”Ada apa, Met?” kejar Mamah.

”Pestanya batal,” sahut Meti ketus.

”Lho?!”

”Ronnie lupa kalau hari ini dia punya acara dengan keluarganya.”

”Kok gitu?”

”Udah, ah, Mah. Meti mau tidur aja,” Meti merajuk. Hatinya hancur berkeping-keping. Yah, ternyata dia memang tidak berharga. Nggak ada orang yang cinta sama dia. Karena dia buruk rupa, karena dia berat badannya empat kilo lebih banyak dari bobot idealnya. Meti memperkuat bendungan air di matanya. Dia tidak mau menangis di depan Mamah.

Meti meremas-remas Shiba hingga bulu-bulunya berantakan. Tak peduli baru di-laundry dua hari lalu. Air matanya berlelehan membasahi pipinya yang tersapu bedak. Bayang daun-daun palem di luar jendela melindunginya dari sinar hangat matahari sore.

Menit demi menit berlalu. Tiba-tiba dia teringat sesuatu. Diliriknya weker di atas meja sekilas. Tergesa, disambarnya tas di sampingnya. Setengah berlari dia melintasi ruang tengah.

”Mau ke mana, Met?” tanya Mamah yang tengah membaca di sofa.

Meti tidak melihatnya, ”Valentinan!” sahutnya.

”Katanya tadi?” Mamah mengernyitkan keningnya.

”Di musala sekolah ada diskusi tentang valentine, Mah,” jelas Meti,”Daripada di rumah, bete.”

Mungkin diskusi telah dimulai, tapi terlambat sedikit tidak apa-apa daripada tidak sama sekali. Meti membuka pintu taksi dengan hati lapang. Ke mana dia selama ini, ya Allah? Meti tahu, belum sepantasnya dia mencintai manusia sebelum dia mampu mencintai Allah dengan seluruh jiwanya. Dia bersyukur Ronnie tak datang. Setidaknya dia masih diingatkan setelah selama ini terbuai dengan kehidupan yang ditawarkan sahabat-sahabatnya.

Lampu merah menghadang laju taksi yang ditumpangi Meti. Jalanan sore tak pernah sepi dari macet. Tiba-tiba Meti tersenyum. Hidup itu seperti jalan raya, harus taat peraturan jika ingin selamat. Coba saja jika lampu merah diterobos, bisa hancur tubuhnya diserbu ratusan mobil yang tengah melintas juga.

Dia ingat Pupuy, Rosa, Lula, yang harus dia tinggalkan. Ya, harus. Namun, suatu saat Meti berjanji akan kembali. Karena, dia mencintai mereka dan dia ingin berbagi dengan mereka tentang makna sebuah cinta yang lebih berharga dari sebatang coklat. Cinta pada Allah. Pada-Nya kita takkan kecewa.

***

Diambil dari buku kumpulan cerita berjudul ”Kidung Kupu-Kupu Putih”.

karya El-Syifa.etakan I, Shafar 1422 / Mei 2001.

Diterbitkan oleh Penerbit Mizan, Bandung.

Sumber: http://ceritacinta.net/2007/02/14/be-my-valentine/

Saat hari valentine anda bisa menyuguhkan makanan dari Resep Baru Bubur Manado.

Pencarian Info Terbaru 2011:

cerita valentine, cerita mengharukan terbaru, cerita mengharukan, cerita-cerita valentine, cerita valentine mengharukan

Humor yang Gokil Bikin Tertawa Sampai Menangis Terbaru 2011

Posted in Humor on Jan 19, 2011 with Comments Off

Apakah anda orang yang suka sekali membca humor lucu, entah itu sms lucu, cerita lucu, dan lainnya. Nah di bawah ini ada cerita yang lumayan lucu, saya sendiri terbahak-bahak ketika membacanya. Silahkan membacanya di bawah, jika lucu silahkan di komentar. Sempatin juga baca 3 Rahasia Sukses Orang Cina, agar kita bisa menjadi sukses.

Ciuman Khas Jawa Barat

Silakan milih yach…..
CILEUNGSI = CIuman LEngket UNtuk jaGa gengSI
CIAWI = CIuman manusiAWI
CIBULAN = CIumannya BUtuh LANjutan
CIPANAS = CIuman PAling gaNAS
CISADANE = CIuman SAyang DAri aNE
CITARIK = CIuman TArik menaRIK
CIAMPELAS = CIuman AMpe PErut muLAS
CIBUBUR = CIuman BUru-BURu
CISALAK = CIuman SAya gaLAK
CIAMIS = CIuman bAu aMIS
CIKINI = CIuman laKI biNI
CIBITUNG = CIuman BIkin unTUNG
CIKUPA = CIuman KUrang Pas
CICADAS = CIuman CumA Dada aTAS
CIPARAY = CIuman Pakaian teruRay
CIMAHI = CIum MAh di daHI
CIBINONG= CIuman BIbir moNyONG
CIBIRU= CIuman BIni baRU
CIPULIR= CIuman PUntir meLintIR
CIKASO= CIuman KAgak SOpan
CICENDO= CIuman CEwek iNDO
CIKIJANG= CIuman laKI-laki buJANG
CIBEUNYING= CIuman BErbUnYi nyarING
CIKONDANG= CIuman di balKON sambil berdenDANG
CIANJUR = CIUMAN PASTI MANJUR
CILACAP = MAAF, Anda sudah memasuki wilayah JAWA TENGAH …. ha ha ha..ha

Belajar Bahasa Korea yokk..gampang kok ..!!!

Kurang Ajar = Monyong
Tidak Lurus = Men Chong
Pria suka berdandan = Ben Chong
Tiba-tiba = She Khonyong Khonyong
Gak Punya Duit = Nao Dhong
Pengangguran = Nong Krong
Belanja = Bao Rhong
Merampok = Cho Long
Saringan Botol = Choo Rhong
Kendaraan Berkuda = An Dhong
Jual Mahal = Gheng Xi Dhong
Ngelamun = Bae Ngong
Mulut = Mon Chong
Sosis = Lap Chong
Suami dari adiknya Papa = Ku Chong
Kiss me = Soon Dhong Yang
Sweet memory = Choo Pang Dhong
Mobil mogok = Dho Rong Dhong
Lapangan luas = Park King Lot
Pantat gatal-gatal = Che Bhok Dhong
Nasi dibungkus daun pisang: Lon Thong
Cowok Cakep Kaca Mata: Bae Yong Jun
Cowok Cakep Rambut Lurus: Jang Dong Gun
Cowok Cakep Rambut Keriting: Ahn Jung Hwan
Bagian belakang = Bho Khong
Masih muda = brondhong
Pantat gatal = Ga ruk dong
Telur asin = Ndok A Chin
Sendok Gede = Cen Thong
Celana Sobek = Bho Long
Kepala Botak = Kin Clong
Lagi Menyanyi = Me Lo Lhong
Orang Hitam = Goo Shong
Bibir Ucup = Mo Nyong
Berbulu = Ge Ran Dhong
Jongkok Di Pinggir Kali = Be ol Dong

ALIH BAHASA

- Wall paper = gubuk berdinding kardus
- Room boy = Anak Rumahan
- Office boy = ANAK KANTORAN !!!
- Hand out = tangan keluar
- French Fries = Orang PERANCIS yang sedang berjemur
- Barber shop = toko peralatan angkat berat
- Black list = Buronon Afrika
- Brotherhood = Saudaranya Robin Hood
- Buloggate = penjaga gerbang kantor Bulog
- Marketer = orang pasar…..
- Outgoing personality = biang gosip, mulut cablak, ember bocor..
- Outlook express = Curi-curi pandang
- Rush hour = Jam yang kecepatan
- Search and Rescue = Siapa cepat dia dapat.
- Self service = egois
- In house training = olahraga didalam rumah, biasanya karena diluar hujan..
- Umbrella Organisation = pabrik payung
- Walk out = Cari angin
- Wall Street = Jalan Buntu
- Word processing = tel-mi
- Yellow pages = kertas pembungkus belanjaan tukang sayur
- Walk in Interview = Wawancara di jalan
- Undercover police = Polisi tidur
- Golden Shake hand = mas kawin
- General manager = Ajudan Jenderal, biasanya berpangkat kopral
- Parent Company = Perusahaan bokap gue
- Background = halaman belakang rumah
- Lip Service = Perawatan bibir
- Understanding = Yang bawah udah berdiri
- Natural gas = Kentut
- Government bonds = Sanak familynya James Bond yang kerja di BUMN
- Teleconversation = Pembicaraan yang bertele-tele
- 4 wheel drive = Kendaraan beroda Empat
- Brain Storm = Geger Otak
- Duty Free = Pengangguran
- Marketing Management = PD Pasar Jaya
- Water Proof = Pawang hujan
Gimana humornya gan, lucu kagak? O iya, apakah anda suka masak? coba Resep Baru Ayam Rica Rica, pasti mantap.

Pencarian Info Terbaru 2011:

humor gokil, bae yong jun 2011, lelucon yang bikin tertawa, lelucon gokil, kisah hidup bae yong jun sampai 2011

3 Rahasia Sukses Orang Cina

Posted in Tips Trik on Jan 18, 2011 with Comments Off

Tentu kita semua kadang heran, kenapa yang banyak sukses adalah orang cina. Saya yakin karena memang mereka orangnya ulet dan bertanggung jawab. Namun di artikel kali ini akan terungkap 3c. 3 c adalah falsafah yang memang di imani banyak orang cina. Jangan lupa baca Test Kecepatan Mata dan Otak Kita.

Buku yang mengupas tentang rahasia keberhasilan orang-orang Tionghoa asal
Hokian banyak dikupas.

Konon orang-orang Tionghoa asal suku Hokian memiliki falsafah yang disebut
3C untuk kesuksesan mereka.

Rahasia Kesuksesan Orang Cina / Tionghoa :

1.Cengli.
Kalau ingin sukses, cara kita bekerja mesti cengli alias adil. Dengan kata
lain kita harus jujur, tidak curang dan bisa dipercaya. Ini membuat banyak
orang suka bekerja sama dengan kita. Semakin dipercaya, maka pintu pun
semakin terbuka lebar bagi kesuksesan kita.

2. Cincai.
Artinya orang yang mudah memberi, tidak terlalu banyak perhitungan dan
bukan tipe orang yang sulit. Uniknya, orang-orang yang mudah memberi
seperti ini juga mudah mendapat. Dari sudut pandang Firman Tuhan, maka
itulah yang disebut hukum tabur tuai. Sebaliknya jika termasuk orang yang
sulit, pelit, terlalu banyak perhitungan baik dengan Tuhan maupun sesama,
maka berkat juga susah turun untuk orang-orang seperti ini.

3. Coan.
Artinya orang kerja adalah wajar kalau mengharapkan keuntungan. Namun,
fokus utamanya bukan apa yang kita dapatkan, tapi apa yang berikan. Kita
harus sering mengajukan pertanyaan dalam diri kita, apakah yang kita
lakukan sudah sebanding dengan apa yang kita dapatkan? Apakah kwalitas dan
kontribusi kita sebanding dengan hasil yang kita terima?

Ketiga uraian di atas adalah 3C yang harus dilakukan, maka orang Hokian
punya pantangan juga dalam bekerja atau berbisnis yang disebut dengan 3C.
C yang pertama adalah Ciok (hutang). Hutang kalau bayar tidak apa, tapi
jadi repot kalau menjadi C yang kedua yaitu Ciak ( dimakan saja). Lebih
tidak tanggung jawab lagi kalau kemudian orang tersebut melakukan C yang
ketiga yaitu Cao (lari).
Suka yang aneh? baca dong 8 Manusia yang Memiliki Kelainan Aneh.

Pencarian Info Terbaru 2011:

kiat sukses orang cina, cara sukses orang cina, tips rahasia orang sukses, rahasiasuksesorangcina, kiat orang cina sukses
  • You Avatar