gambar dan kegunaan tanaman obat


Informasi tentang gambar dan kegunaan tanaman obat di website info terbaru news dan tips trik. Silahkan klik link di bawah untuk hasil pencarian gambar dan kegunaan tanaman obat.

Tanaman Obat Kembang Sungsang

Posted in Tanaman Obat on Dec 19, 2010 with Comments Off

Informasi tanaman obat Kembang Sungsang, semoga bisa memberikan informasi tambahan buat anda, artikel ini cocok bagi anda yang suka menggunakan obat herbal.

Kembang Sungsang
(Gloriosa superba L.)

Sinonim :
= Methonica superba, lamk.

Familia :
Liliaceae

Uraian :
Tanaman ini dapat ditemukan tumbuh liar di semak belukar, hutan jati, kadang ditanam sebagai tanaman hias yang di rambatkan di pagar atau pergola dari daerah pantai sampai 300 m dpl. Asalnya dari daerah tropik di benua Asia dan Afrika, menyukai tempat terbuka yang terkena sinar matahari penuh. Rajin berbunga terutama diawal musim penghujan, serta dikenal mempunyai rimpang yang beracun, Terna tahunan yang berumur panjang, memanjat, tingginya mencapai 2,5 m, bercabang melebar. Batangnya lunak, memanjat dengan sulur yang terdapat diujung daun. Daun tunggal bentuk lanset, ujung runcing, pangkal memeluk batang, tepi rata, panjang 8-25 cm, lebar 1-4 cm, warnanya hijau, Bunga kuncup bentuknya bulat memanjang, bertangkai panjang, ujungnya runcing menghadap ke bawah. Bila mekar, bunganya akan membalik keatas, mahkota bunga berjumlah enam yang bentuknya keriting, bagian atas warnanya merah, pangkalnya berwarna kuning kehijauan. Warna bunganya lama kelamaan akan menjadi merah keseluruhan dan tidak cepat layu. Buah panjangnya 4-5 cm. Bijinya banyak, warnanya merah oranye. Akarnya mempunyai rimpang yang horizontal dan besar. Perbanyakan dengan biji atau rimpang.

Nama Lokal :
Kembang jonggrang, kembang kuku macan (Jakarta); Katongkat, kembang sungsang (Sunda), Mandalika (Bali);

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Lumpuh, Sakit sendi, Panas tinngi, Kencing nanah, kramp; Badan membengkak, Sukar bersalin;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI: Rimpang.

KEGUNAAN:
- Lumpuh.
- Sakit pada persendian.
- Panas tinggi, kramp.
- Badan membengkak.
- Kencing nanah.
- Sukar bersalin.

PEMAKAIAN: Untuk minum: 3 g.
Pemakaian luar: Umbi secukupnya diparut, dipakai untuk menggosok dan menurap ekzema, kurap, kudis dan gatal-gatal.

CARA PEMAKAIAN:
1. Ekzema:
1 jari rimpang kembang sungsang, 3/4 jari umbi bidara upas, dicuci
lalu diparut. Remas dengan 2 sendok makan minyak jarak, dipakai
untuk menggosok dan menurap kulit yang terkena ekzema, lalu
dibalut. Ganti 2 x sehari.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rimpang beracun (toksik). Menghilangkan panas dalam, menghilangkan nyeri dan menghilangkan bengkak. KANDUNGAN KIMIA: Colchicine, alkaloid.

http://iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=84

Tinggalkan komentar anda melalui form koment yang ada, untuk memberikan tanggapan mengenai Tanaman Obat Kembang Sungsang.

Pencarian Info Terbaru 2011:

tanaman obat terbaik, tanaman obat kembang sungsang, www kembang hutan com, Tanaman obat utk lumpuh, tanaman hias tanaman obat

Tanaman Obat Kembang Sore

Posted in Tanaman Obat on Dec 17, 2010 with Comments Off

Informasi tanaman obat Kembang Sore, semoga bisa memberikan informasi tambahan buat anda, artikel ini cocok bagi anda yang suka menggunakan obat herbal.

Kembang Sore
(Abutilon indicum (L.) Sweet)

Sinonim :
= Sida indicum, Linn.

Familia :
Malvaceae

Uraian :
Tanaman ini dapat ditemukan dari 1-400 m dpl. Menyukai tempat terbuka seperti di hutan, semak, tanah kosong yang terlantar, kadang ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias. Perdu tegak berumur panjang, tinggi 0,5-3 rn, pangkalnya kerapkali berkayu dengan ranting yang keluar dari bawah, berambut pendek dan rapat. Daun letak berseling, bertangkai panjang, bentuknya seperti jantung dengan ujung runcing, tepi bergerigi atau beringgit kasar, tulang daun menjari, panjang 3-11 cm, lebar 2,5-7 cm. Bunga tunggal dengan 5 daun mahkota berwarna kuning, diameter 2-2,5 cm, bertangkai yang panjangnya 2-6 cm, keluar dari ketiak daun dan mekar setelah tengah hari. Buah bentuknya seperti bola tertekan dengan tinggi 1,5 cm, penampang 2,5 cm, terdiri dari 15-20 celah yang berisi 3 buah biji berbentuk ginjal. Herba ini merupakan tanaman yang menghasilkan serat berwarna putih. Perbanyakan dengan biji.

Nama Lokal :
Cemplok (Jawa), Barulau, belalang sumpa (Palembang); Jeuleupa (Aceh), Kembang sore kecil (Maluku),; Gandera ma cupa (Ternate);

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Wasir, Bisul, Sakit Telinga, TB Paru (Bronkhitis), Kencing batu; Reumatik, Cacing keremi, sakit gigi, gusi bengkak, Demam, Diare; Kaligata, gondongan, Batuk, Sembelit, Kencing nanah;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Seluruh tanaman. Untuk penyimpanan, herba setelah dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya, kemudian dijemur sampai kering.

KEGUNAAN:
Daun / seluruh tanaman:
- Pembengkakan saluran telinga yang menyebabkan rasa sakit,
pendengaran menurun atau teiinga berdenging (tinnitus).
- Demam, gondongan (epidemic parotitis).
- TB paru, radang saluran napas (bronchitis).
- Kencing sedikit (oliguria), kencing nanah, kencing batu.
- Radang kandung kencing, radang saluran kencing (urethritis).
- Diare.
- Bisul (furunkeo, kaligata (urticaria).
- Sakit gigi, gusi bengkak.
- Rematik.

Akar:
- Batuk.
- Kencing nanah.
- Diare.
- Radang telinga tengah (otitis media).
- Wasir.
- Demam.

Biji:
- Disentri. Sembelit. Kencing nanah, cystitis kronis. Cacing keremi.
- Bisul.

PEMAKAIAN:
Untuk minum:
Seluruh tanaman: 15-30 g (bahan segar: 30-60 g), rebus.
Akar: 10-15 g, rebus.
Pemakaian luar: Daun dilumatkan sampai halus, untuk bisul dan koreng,

CARA PEMAKAIAN:
1. Wasir:
150 g akar direbus dengan air secukupnya sampai kental. Diminum
100 cc, sisanya diuapkan ke lubang dubur selagi panas.

2. Bisul:
1 buah biji kering digiling menjadi bubuk, lalu diseduh dengan 1
cangkir air panas, hangat-hangat diminum. Daunnya setelah dicuci
bersih dilumatkan dan tambahkan madu secukupnya, tempelkan
pada bisul.

3. Sakit telinga, pendengaran menurun:
60 g herba segar atau 20-30 buah dicuci bersih lalu direbus dengan
daging tanpa lemak. Setelah dingin disaring lalu diminum. Lakukan
setiap hari.

4. Tuberkulose paru (TB paru) yang masih ringan:
30 g akar kembang sore, 30 g akar 1 lex asprelia, 15 g Mahonia
japonica, direbus. Setelah dingin disaring, dibagi dalam 3 bagian
untuk diminum habis dalam satu hari.

5. Kencing batu:
Herba direbus, dipakai untuk merendam tubuh. Untuk tapalnya,
ambil daun secukupnya, setelah dicuci bersih lalu digiling sampai
halus dan dipakai sebagai tapal pada pinggang dan kandung
kemih. Harus sering diganti, karena daunnya berbau busuk.

6. Rematik:
Rebusan herba ini dipakai untuk mandi atau sebagai kompres pada
bagian tubuh yang sakit.

7. Cacing kerami pada anak:
Biji digiling halus lalu digulung seperti rokok kemudian dibakar.
Asapnya ditiupkan kelubang dubur.

8. Sakit gigi, gusi bengkak:
Daun direbus, hangat-hangat dipakai untuk kumur-kumur.

CATATAN :
- Hati-hati bila pemakai sedang hamil.
- Kasingsat (Cassia occidentalis)

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Manis, tawar, netral. Membersihkan panas dan lembab di dalam tubuh (antipiretik), melancarkan peredaran darah, anti radang, peluruh dahak dan peluruh kencing (diuretik). Daun: Manis, kelat, hangat. Akar: Manis, tawar, sejuk. Peluruh kencing, menenangkan organ paru (pulmonary sedative), masuk kedalam meridian ginjal. Biji: Peluruh kencing, laksans, peluruh dahak, aphrodisiak. KANDUNGAN KIMIA: Asam amino, asam organik, zat gula dan flavonoid yang terdiri dari gossypin, gossypitrin dan cyanidin-3-rutinoside. Biji mengandung minyak raffinose (C18 H32 O16).

http://iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=83

Tinggalkan komentar anda melalui form koment yang ada, untuk memberikan tanggapan mengenai Tanaman Obat Kembang Sore.

Pencarian Info Terbaru 2011:

gambar kembang sore, tanaman obat kembang sore, DAUN KEMBANG SORE, gambar daun kembang sore, kandungan Kembang Sore

Tanaman Obat Kembang Sepatu Sungsang

Posted in Tanaman Obat on Dec 16, 2010 with Comments Off

Informasi tanaman obat Kembang Sepatu Sungsang, semoga bisa memberikan informasi tambahan buat anda, artikel ini cocok bagi anda yang suka menggunakan obat herbal.

Kembang Sepatu Sungsang
(Hibiscus schizopetalus (Mast.) Hook. f.)

Sinonim :

Familia :
Myrtaceae

Uraian :
Kembang sepatu yang satu ini tidak termasuk Hibiscus rosa-Sinensis, karena berbagai macam perbedaan bentuk bunga dan daunnya. Tanaman ini umumnya ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan, atau sebagai tanaman pagar di pedesaan. Menurut kepustakaan, tanaman ini pada tahun 1901 dimasukkan ke Taiwan. Asalnya, mungkin dari Afrika tropis. Perdu tegak, tinggi 2-4 m, cabang bagian atas umumnya menggantung, Daun tunggal, bertangkai, bentuknya bulat telur, tepi bergerigi, ujung dan pangkal runcing, panjang 2-12 cm, lebar 1-7,5 cm, tumbuh berjejal diujung ranting. Bunga berdiri sendiri, keluar dari ketiak daun, letaknya tergantung ke bawah dengan tangkai yang panjangnya 8-16 cm, mahkota bunga malekuk ke atas. Mahkota bunga bentuknya khas, bercangap menyirip rangkap dengan taju sempit, berkesan compang-camping, warnanya merah cerah dengan pangkal lebih tua. Tabung benang sari lemas, panjangnya 8-9 cm. Bakal buah beruang lima. Perbanyakan dengan stek batang atau biji.

Nama Lokal :
Kembang Sepatu, kembang wora-wari, kembang lampu; Kembang enting-enting;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Bisul, Abses;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI : Daun, pemakaian segar.

KEGUNAAN :
- Bisul
- Abses

PEMAKAIAN :
Pemakaian Luar : Daun secukupnya dicuci bersih, lalu digiling halus sampai menjadi adonan seperti bubur. Letakkan diatas bisul atau abses, lalu dibalut.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Menghilangkan pembengkakan, anti radang, megeluarkan nanah dan menumbuhkan sel-sel baru.

http://iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=82

Tinggalkan komentar anda melalui form koment yang ada, untuk memberikan tanggapan mengenai Tanaman Obat Kembang Sepatu Sungsang.

Pencarian Info Terbaru 2011:

bunga sungsang, tanaman obat kembang sepatu, tanaman herbal, tanaman sungsang, macam macam tanaman apotek hidup

Tanaman Obat Kembang Pukul Empat

Posted in Tanaman Obat on Dec 15, 2010 with Comments Off

Informasi tanaman obat Kembang Pukul Empat, semoga bisa memberikan informasi tambahan buat anda, artikel ini cocok bagi anda yang suka menggunakan obat herbal.

Kembang Pukul Empat
(Mirabilisjalapa Linn.)

Sinonim :
Jalapa congesta Moench. Nyctago hortensis, Bot.

Familia :
Nyctaginaccae

Uraian :
Herba tahunan, tegak, tinggi 20 cm – 80 cm, berasal dari Amerika Selatan, banyak ditanam orang sebagai tanaman hias di pekarangan atau sebagai pembatas pagar rumah. Tumbuh di dataran rendah yang cukup mendapat sinar matahari maupun di daerah perbukitan. Termasuk suku kampah-kampahan, berbatang basah, daunnya berbentuk jantung, warna hijau tua, panjang 2 cm – 11 cm, lebar 8 mm – 7 cm, pangkal daun membulat, ujung meruncing, tepi daun rata, letak berhadapan, mempunyai tangkai daun yang panjangnya 6 mm – 6 cm. Bunganya berbentuk terompet, dengan banyak macam warna, antara lain: merah, putih, jingga, kuning, kombinasi/belang- belang. Mekar di waktu sore hari dan kuncup kembali pada pagi hari menjelang fajar. Buahnya keras, warna hitam, berbentuk telur, dapat dibuat bedak. Kulit umbinya berwarna coklat kehitaman, bentuk bulat memanjang, panjang 7 cm – 9 cm dengan diameter 2 cm – 5 cm, isi umbi berwarna putih.

Nama Lokal :
Kembang pukul empat (Indonesia, Sumatra), ; Kembang pagi sore, bunga waktu kecil (Sumatra); Kederat, segerat, tegerat (Jawa), Kupa oras, cako raha (Maluku); Bunga-bunga paranggi, bunga-bunga parengki (Sulawesi); Pukul ampa, turaga, bodoko sina, bunga tete apa (Sulawesi); Zi Mo li (China).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Amandel (Tonsilis), Infeksi saluran kencing, Kencing manis; Kencing berlemak, Keputihan, Erosi mulut rahim, Reumatik,;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Akar, daun dan buah, dapat dipakai untuk pemakaian luar.

KEGUNAAN:
1. Radang amandel (tonsillitis).
2. Infeksi saluran kencing (genito-urinary tract. infection), prostatitis.
3. Kencing manis (DM), kencing berlemak (chyluria).
4. Keputihan (leucorrhea), erosi mulut rahim (cervival erosion).
5. Radang sendi yang akut (acute arthritis).

PEMAKAIAN: Akar 9 – 15 gr. kering atau 15 – 30 gr. segar.

PEMAKAIAN LUAR:
Pembengkakan payudara (acute mastitis), bisul, koreng, luka terpukul, ezcema. Lumatkan tanaman segar untuk pemakaian luar atau rebus dengan air secukupnya untuk cuci.
Daun bersifat maturatif (mempercepat pematangan bisul).

CARA PEMAKAIAN:
1. Acute arthritis:
akar segar direbus, minum. Bila badan panas, ditambah tahu, bila
badan dingin ditambah kaki sapi, Bunga putih sebanyak 120 gr.,
direbus, minum.

2. Bisul:
a. Pada bisulnya dioleskan sedikit minyak kemiri. Daun kembang
pukul empat dilayukan di atas api, kemudian dioleskan sedikit
minyak kelapa, tengahnya dilubang dan letakkan di atas bisul.
b. 10 lembar daun kembang pukul empat dicuci, kemudian
dilumatkan, ditambah air garam secukupnya, ditempelkan pada
bisul dan sekelilingnya, Ialu dibalut.
c. Akar segar dibuang kuhtnya, kemudian dilumatkan dan ditambah
gula enau. Tempelkan pada bisulnya, sehari diganti 2 x (dua kali).

4. Jerawat:
Buahnya mengandung zat tepung, dibuat tepung bedak. Tepung
bedak ini ditambah air, kemudian dioleskan.

PERHATIAN: Wanita hamil dilarang pakai. Untuk merebus, tidak boleh memakai bahan dari besi (panci, sendok, dll.)

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Tidak berbau, manis, rasa netral sejuk. Anti radang, peluruh air seni, memperlancar-sirkulasi dan menghilangkan hambatan aliran KANDUNGAN KIMIA: Akar mengandung betaxanthins. Buah mengandung zat tepung, lemak (4,3%), zat asam lemak (24,4%), zat asam minyak (46,9%).

http://iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=40

Tinggalkan komentar anda melalui form koment yang ada, untuk memberikan tanggapan mengenai Tanaman Obat Kembang Pukul Empat.

Pencarian Info Terbaru 2011:

akar kembang pukul empat, tanaman kembang putih, tanaman kembang pukul empat, tanaman obat kembang putih, tanaman obat terbaik

Tanaman Obat Kembang Kertas

Posted in Tanaman Obat on Dec 14, 2010 with Comments Off

Informasi tanaman obat Kembang Kertas, semoga bisa memberikan informasi tambahan buat anda, artikel ini cocok bagi anda yang suka menggunakan obat herbal.

Kembang Kertas
(Zinnia elegans Jacq.)

Sinonim :

Familia :
Asteraceae

Uraian :
Kembang kertas merupakan tanaman asli Meksiko, dan dapat ditemukan sampai ketinggian 1.400 m dpl. Tanaman ini menyukai tempat-tempat terbuka yang terkena cahaya matahari, biasa ditanam secara bergerombol di taman-taman atau di pekarangan sebagai tanaman hias atau bunganya digunakan sebagai bunga potong. Terna menahun yang tumbuh tegak dan berambut kasar ini tingginya sekitar 30-50 cm, daunnya berwarna hijau, letaknya berhadapan. Helaian daun bentuknya memanjang, ujung runcing, pangkal memeluk batang, tepi rata, tulang daun melengkung. Bentuk bunganya seperti bunga Aster, dengan warna yang beraneka ragam seperti merah tua, merah muda, kuning atau biru keunguan yang keluar dari ujung batang. Perbanyakan dengan biji.

Nama Lokal :
Kembang Kertas, Kembang ratna; Bai fi ju (China).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Disentri, Kencing nanah, Bisul, Sakit pada puting susu;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI : Seluruh tumbuhan

KEGUNAAN :
- Disentri.
- Kencing nanah
- Bisul (furunculosis)
- Sakit pada puting susu (papilla mammae)

PEMAKAIAN :
Untuk minum: 10 – 30 gram, direbus.

Pemakaian Luar: Secukupnya digiling halus dibubuhkan kebagian yang sakit.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Tawar, sejuk

http://iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=81

Tinggalkan komentar anda melalui form koment yang ada, untuk memberikan tanggapan mengenai Tanaman Obat Kembang Kertas.

Pencarian Info Terbaru 2011:

tanaman obat kembang kertas, tanaman obat bunga kertas, kertas, kembang kertas, tanaman hias

Tanaman Obat Kembang Coklat

Posted in Tanaman Obat on Dec 13, 2010 with Comments Off

Informasi tanaman obat Kembang Coklat, semoga bisa memberikan informasi tambahan buat anda, artikel ini cocok bagi anda yang suka menggunakan obat herbal.

Kembang Coklat
(Zephyranthes candida Herb.)

Sinonim :

Familia :
Amaryllidaceae

Uraian :
Terna kecil berumbi, warga suku bakung-bakungan, tinggi 15 – 30 cm, berasal dari Chili dan Brasilia. Daunnya panjang dan pipih keluar dari bonggol umbi yang terletak di dalam tanah. Daun agak melengkung, licin. Bunga mempunyai tangkai, tunggal, warna putih dan dadu, berbentuk seperti corong yang menghadap ke atas. Biji warna hitam dan pipih. Umbi berwarna putih, berlendir.

Nama Lokal :
Kembang Coklat (Indonesia); Gan leng cao (China).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Lever (Gangguan hati), Kejang pada anak-anak, Ayan (Epilepsi);

Pemanfaatan :

YANG DIPAKAI: Seluruh herba (tanaman).

KEGUNAAN:
Gangguan fungsi hati (Lever), kejang pada anak-anak. ayan

CARA PEMAKAIAN:
1. Epilepsi: 10 gr herba (Z.candida) + gula batu, direbus, minum.
2. Kejang pada anak-anak:
a. 10 – 15 gr daun segar + gula batu, direbus, minum.
b. 10 – 15 gr herba + garam, dilumatkan, untuk ditempel pada pelipis.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa agak manis, penurun panas. KANDUNGAN KIMIA: Lycorine, tazettin, haemanthidine, nerinine.

http://iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=41

Tinggalkan komentar anda melalui form koment yang ada, untuk memberikan tanggapan mengenai Tanaman Obat Kembang Coklat.

Pencarian Info Terbaru 2011:

bunga coklat, bunga bakung, tanaman bakung, Gambar bunga coklat, tanaman herbal

Tanaman Obat Kembang Bugang

Posted in Tanaman Obat on Dec 12, 2010 with Comments Off

Informasi tanaman obat Kembang Bugang, semoga bisa memberikan informasi tambahan buat anda, artikel ini cocok bagi anda yang suka menggunakan obat herbal.

Kembang Bugang
(Clerodentrum calamitosum L.)

Sinonim :

Familia :
Verbenaceae

Uraian :
Di Jawa, terdapat dari dataran rendah sampai 750 m dpl., terutama pada daerah dengan musim kemarau yang panjang dan di tempat-tempat yang ternaungi. Tanaman ini dapat ditemukan di sekitar kampung, di kebun, tepi hutan dan jalan, kadang ditanam di pekarangan sekitar rumah sebagai tanaman hias atau tanaman obat. Perdu, tumbuh tegak, tinggi 0,5-1 m, berakar tunggang dengan tunas akar menjalar di bawah tanah, bagian yang muda berambut pendek dan rapat. Batang berkayu, bercabang, diameter sekitar 1 cm, warnanya putih kehijauan. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan, bentuknya bulat telur, tepi bergerigi, ujung dan pangkal meruncing, panjang 4-9 cm, lebar 1,5-4 cm, pertulangan menyirip, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk berkumpul dalam malai yang keluar dari ketiak daun, dengan 5 mahkota bunga berwarna putih yang bercangap sampai pada pangkalnya. Benangsari dan tangkai putik menjulang diluar mahkota. Buahnya buah batu, bentuknya bulat pipih berwarna hitam mengkilat, diameter sekitar 1 cm, dengan kelopak buah berwarna merah tua mengkilat. Bijinya keras, kecil, warnanya hitam. Perbanyakan dengan biji dan tunas akar.

Nama Lokal :
Kembang bugang, keci beling, keji beling (Jawa),; Kayu gambir (Sumatera);

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Disentri, Demam, Wasir, Kencing tidak lancar, Kencing nanah; Kencing batu, sifilis, Digigit ular;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun, akar.

KEGUNAAN:
Daun:
- Disentri.
- Demam.
- Wasir.
- Kencing tidak lancar, kencing nanah. Kencing batu jenis calsium
oksalat dan triple-phosphate.
- Sifilis (lues).

Akar:
- Digigit ular.

Buah:
- Disentri.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 9 lembar daun ukuran sedang atau 7 lembar daun ukuran besar, direbus.
Pemakaian luar: Daun dicuci bersih lalu digiling halus, tambahkan sedikit minyak. Dipakai untuk pengobatan: Perut kembung (meteorismus), luka bakar, bisul, borok framboesia, radang ginjal (nephritis).

CARA PEMAKAIAN:
1. Demam:
10 g daun segar dicuci lalu direbus dengan 1 gelas air selama 15
menit. Setelah dingin disaring, minum sekaligus.

2. Digigit ular:
Sepotong akar sebesar ibu jari dicuci bersih dan dibilas dengan air
matang, lalu dikunyah. Airnya ditelan, ampasnya diletakkan pada
luka gigitan.

3. Wasir :
9 lembar daun dicuci bersih dan dipotong-potong seperlunya, rebus
dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin
disaring, minum dengan madu seperlunya. Sehari 2 x 3/4 gelas.

4. Kencing batu:
a. 8 lembar daun dicuci lalu dipotong-potong seperlunya, rebus
dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin
disaring, minum dengan madu seperlunya. Sehari 3 x 3/4 gelas.

b. Daun kembang bugang, daun sarap, daun pecut kuda, daun
kumis kucing, masing- masing 7 lembar, direbus dengan 5 gelas
air bersih sampai tersisa 3 gelas. Setelah dingin disaring, minum.
Sehari 3 x 1 gelas.

5. Kencing nanah:
6 lembar daun kembang bugang, 10 lembar daun pegagan, 20 lembar
daun picisan, 25 lembar daun jinten, 12 sirip daun meniran, 9 lembar
daun murbei, 8 lembar daun sendok, 50 lembar daun kumis kucing,
8 lembar daun bengang, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong
seperlunya. Rebus dengan 4 gelas air bersih sampai airnya tersisa
2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum, Sehari 3 x 3/4
gelas.

CATATAN:
Clerodendrum calamitosum L. atau kembang bugang, dikenal juga dengan nama: Keci beling.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Menghentikan perdarahan, penghancur batu ginjal. KANDUNGAN KIMIA: Saponin, flavonoida, politenol, alkaloid, kalium.

http://iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=80

Tinggalkan komentar anda melalui form koment yang ada, untuk memberikan tanggapan mengenai Tanaman Obat Kembang Bugang.

Pencarian Info Terbaru 2011:

tanaman obat kembang bugang, manfaat kembang bugang, Tanaman obat - kembang Bugang, sifat kimia kembang bokor, aktivitas farmakologi kembang bokor
  • You Avatar